KATA
PENGANTAR
Puji
syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa karena
atas rahmat-Nya makalah tentang
Difusi dan sedimentasi
dapat diselesaikan. Walaupun dalam pengerjaannya terdapat beberapa kendala teknis dan
non teknis, namun dapat kami atasi.
Penyusun mengucapkan terima kasih atas bimbingan dari berbagai pihak dalam menyelesaikan makalah difusi
dan sedimentasi ini. Penulis menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam penulisan makalah sedimentasi ini.
Demikianlah
Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi semua
mahasiswa. Kritik dan saran tetap kami harapkan
guna perbaikan dan penyempurnaan makalah ini.
Makassar,
20 Desember 2015
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan daerah yang memiliki
pantai terbanyak di dunia. Pantai merupakan sebuah wilayah yang menjadi batas
antara lautan dan daratan, bentuk pantai berbeda-beda sesuai dengan keadaan,
proses yang terjadi di wilayah tersebut, seperti pengangkutan, pengendapan dan
pengikisan yang disebabkan oleh gelombang, arus, angin dan keadaan lingkungan
disekitarnya yang berlangsung secara terus menerus, sehingga membentuk sebuah
pantai. Pantai merupakan tempat pasir berada, pasir yang berada di pantai bisa
berasal dari pecahan terumbu karang atau juga bisa dari sedimentasi yang
terbawa dari sungai (Firmansyah dkk, 2014).
Sedimentasi merupakan proses pembentukan
sedimen atau endapan, atau batuan sedimen yang diakibatkan oleh pengendapan
atau akumulasi dari material pembentuk atau asalnya pada suatu tempat. Proses
sedimentasi umumnya terjadi pada daerah pantai yang mengalami erosi karena
material pembentuk pantai terbawa arus ke tempat lain dan tidak kembali ke lokasi
semula. (Firmansyah dkk,2014).
Material yang terbawa arus tersebut akan
mengendap di daerah yang lebih tenang, seperti muara sungai, teluk, pelabuhan,
dan sebagainya, sehingga mengakibatkan sedimentasi di daerah tersebut.
Terjadinya sedimentasi tersebut juga berpengaruh terhadap perubahan bentuk
garis pantai. Wilayah pesisir merupakan lingkungan yang dinamis, unik dan
rentan terhadap perubahan lingkungan. (Firmansyah dkk, 2014).
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
lingkungan pesisir antara lain adalah aktivitas di daratan, pertumbuhan
penduduk, perubahan iklim, peningkatan permintaan akan ruang dan sumberdaya, serta
dinamika lingkungan pantai. Disamping itu perairan pesisir dipengaruhi oleh
interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar
(freshwater).
Berbagai
macam aktivitas manusia yang dilakukan baik di daratan maupun di lautan juga
mendorong terjadinya perubahan lingkungan di wilayah pesisir. (Firmansyah dkk,
2014).
B.
Rumusan
masalah
1. Apa pengertian difusi dan
sedimentasi
2. Apa saja jenis jenis dari difusi
dan sedimentasi
3. Bagaimana proses terjadinya
difusi dan sedimentasi
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui perbedaan dari
difusi dan sedimentasi
2. Untuk mengetahui ada berapa jenis jenis difusi dan
sedimentasi
3. Untuk mengetahui proses
terjadinya difusi dan sedimentasi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Pengertian
Difusi Dan Sedimentasi
1.
Defenisi difusi
Difusi adalah peristiwa
mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian
berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan
konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi.
Menurut para ahli
·
Pakar difusi yaitu Roger
(1995) mengatakan bahwa difusi adalah
proses yang terjadi pada suatu waktu dan memiliki lima tahapan yaitu tahap
pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi.
·
Menurut Parker (1974), difusi
adalah suatu proses yang berperan memberi nilai tambah pada fungsi produksi
atau proses ekonomi. Porker juga menyebutkan bahwa difusi merupakan suatu
tahapan dalam proses perubahan teknik (technical change).
Jadi
difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam
pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Difusi akan terus
terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai
keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada
perbedaan konsentrasi.
2.
Defenisi sedimentasi
Sedimen adalah material bahan
padat, berasal dari batuan yang mengalami proses pelapukan, peluluhan
(disintegration), pengangkutan oleh air, angin dan gaya gravitasi, serta
pengendapan atau terkumpul oleh proses atau agen alam sehingga membentuk
lapisan-lapisan di permukaan bumi yang padat atau tidak terkonsolidasi (Bates
dan Jackson, 1987).
Sedimen
permukaan dasar laut umumnya tersusun oleh: material biogenik yang berasal dari
organisma; material autigenik hasil proses kimiawi laut (seperti glaukonit,
garam, fosfor); material residual; material sisa pengendapan sebelumnya, dan
material detritus sebagai hasil erosi asal daratan (seperti kerikil, pasir,
lanau dan lempung). Sedimen menurut Lonawarta (1996) adalah lepasnya
puing-puing endapan padat pada permukaan bumi yang dapat terkandung di dalam
udara, air, atau es dibawah kondisi normal.
Sedimentasi
adalah proses yang meliputi pelapukan, transportasi, dan pengendapan. Tekstur
sedimen yaitu hubungan antara ukuran butir dalam batuan dan pada umumnya ukuran
butir ini dapat diamati dengan menggunakan mikroskop. Komposisi sedimen
merupakan acuan terhadap mineral-mineral dan struktur kimia dalam batuan.
Batuan klastik adalah batuan dimana material penyusun utamanya berupa material
detrital (misalnya batupasir dan serpihan). Batuan nonklastik adalah batuan
dimana material penyusun utamanya berupa material organik dan unsur kimia
(misalnya batugamping terumbu, halit, dan dolomit). Sedimen terutama terdiri
dari partikel-partikel yang berasal dari hasil pembongkaran batu-batuan dan
potongan-potongan kulit (shell) serta sisa rangka dari organisme laut.
Ukuran-ukuran partikel sedimen sangat ditentukan oleh sifat fisik mereka dan
akibatnya sedimen yang terdapat di berbagai tempat di dunia mempunyai
sifat-sifat yang sangat berbeda satu sama lainnya.
Sedimentasi adalah suatu
proses pengendapan material yang ditransport oleh media air, angin, es, ataupun gletser di
suatu cekungan. Delta yang
terdapat di mulut-mulut sungai adalah
hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai,
sedangkan bukit pasir (sand dunes) yang terdapat di gurun dan di tepi pantai adalah
pengendapan dari material-material yang diangkut oleh angin.
B.
Jenis
Jenis Difusi Dan Sedimentasi
1.
Difusi
Dalam mengambil
zat-zat nutrisi yang penting dan mengeluarkan zat-zat yang tidak diperlukan,
sel melakukan berbagai jenis aktivitas, dan salah satunya adalah difusi. Ada
dua jenis difusi yang dilakukan, yaitu difusi biasa dan difusi khusus.
·
Difusi biasa terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau
molekul yang hydrophobic atau tidak berpolar / berkutub.
Molekul dapat langsung berdifusi ke dalam membran plasma yang terbuat dari phospholipids. Difusi seperti ini tidak
memerlukan energi atau ATP (Adenosine Tri-Phosphate).
·
Difusi khusus terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau
molekul yang hydrophilic atau berpolar dan ion. Difusi seperti
ini memerlukan protein khusus yang memberikan jalur kepada partikel-partikel
tersebut ataupun membantu dalam perpindahan partikel. Hal ini dilakukan karena
partikel-partikel tersebut tidak dapat melewati membran plasma dengan mudah. Protein-protein
yang turut campur dalam difusi khusus ini biasanya berfungsi untuk spesifik
partikel.
2.
Sedimentasi
Chester (1993) membagi sedimen
laut menjadi 2 kelompok yaitu:
·
Nearshore
sediment, sebagian besar endapan sedimennya dipengaruhi kuat oleh kedekatannya
dengan daratan sehingga mengakibatkan kondisi fisika kimia dan biologi sedimen
ini lebih bervariasi dibandingkan dengan deep-sea sediment.
·
Deep-sea
sediment, sebagian besar mengendap di perairan dalam di atas 500 m dan banyak
faktor seperti jauhnya dari daratan, reaksi antara komponen terlarut dalam
kolom perairan serta hadirnya biomassa khusus yang mendominasi lingkungan laut
dalam yang menyebabkan sedimen ini merupakan habitat yang unik di planet dan
memiliki karateristik yang sangat berbeda dengan daerah continental / near
shore.
Menurut
asalnya Garrison (2006) menggolongkan sedimen ke dalam 4 bagian yaitu:
Sedimen Terrigenous, Jenis
sedimen ini berasal dari erosi yang berasal dari benua atau pulau, letusan
gunung berapi dan segumpalan debu. Sedimen ini lebih dikenal dengan batuan yang
berasal dari gunung berapi seperti granit yang bersumber dari tanah liat dan
batuan kwarsa yang menjadi dua komponen penyusun sedimen terrigenous.
Sedimen Lithogenous, Sedimen
ini berasal dari sisa pengikisan batu-batuan di darat. Hal ini diakibatkan
karena adanya suatu kondisi fisik yang ekstrim, seperti adanya pemanasan dan pendinginan
terhadap batu-batuan yang terjadi secara terus-menerus. Partikel-partikel ini
diangkut dari daratan ke laut oleh sungai-sungai. Begitu sedimen mencapai
lautan, partikel-partikel yang berukuran besar cenderung untuk lebih cepat
tenggelam dan menetap dari yang berukuran lebih kecil. Kecepatan tenggelamnya
partikel-partikel ini telah dihitung, dimana jenis partikel pasir hanya
memerlukan waktu kira-kira 1,8 hari untuk tenggelam dan menetap di atas lapisan
atas dasar laut yang mempunyai kedalaman 4.000 meter. Sedangkan jenis partikel
lumpur yang berukuran lebih kecil membutuhkan waktu kira-kira 185 hari dan
jenis partikel tanah liat membutuhkan waktu kira-kira 51 tahun pada kedalaman
kolom air yang sama. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jikalau pasir akan
segera diendapkan begitu sampai di laut dan cenderung untuk mengumpul di daerah
pantai (Hutabarat dan Stewart, 2000).
Sedimen Biogenous, Sedimen
ini berasal dari sisa-sisa rangka organisme hidup. Jenis sedimen ini
digolongkan ke dalam dua tipe utama yaitu calcareous dan siliceous ooze.
Material siliceous dan calcareous pada waktu itu di ekstrak dari laut dengan
aktivitas normal dari tanaman dan hewan untuk membangun rangka dan cangkang.
Kebanyakan organisme yang menghasilkan sedimen biogenous mengapung bebas di
perairan seperti plankton. Sedimen biogenous paling berlimpah dimana cukup
nutrien yang mendorong produktivitas biologi yang tinggi, selalu terjadi pada
wilayah dekat continental margin dan area upwelling. Thurman dan Trujillo
(2004) menyatakan bahwa dua campuran kimiawi yang paling umum terdapat dalam
sedimen biogenous adalah calcium carbonat (CaCO3), dimana tersusun dari mineral
calcite) dan silica (SiO2). Seringkali silica secara kimiawi dikombinasikan
dengan air untuk menghasikan SiO2 dan nH2O.
Sedimen
Hydrogenous, Sedimen hydrogenous terdiri dari mineral yang mempercepat
proses presipitasi dari laut. Jenis partikel ini dibentuk sebagai hasil reaksi
kimia dalam air laut. Reaksi kimia yang terjadi disini bersifat sangat lambat,
dimana untuk membentuk sebuah nodule yang besar diperlukan waktu selama
berjuta-juta tahun dan proses ini kemudian akan berhenti sama sekali jika
nodule telah terkubur di dalam sedimen. Di pusat perputaran, jauh dari benua,
partikel sedimen terakumulasi sangat lambat (Garrison, 2006).
C.
Proses
difusi dan sedimentasi
1.
Proses terjadinya difusi
Proses difusi terjadi akibat adanya pergerakan suatu partikel zat dari daerah yang berkonsentrasi lebih tinggi menuju daerah yang berkonsentrasi lebih rendah melewati suatu membran sel. Syarat agar partikel dapat melalui membran ketika berdifusi ialah ukuran partikel tersebut sangat kecil dan partikel tersebut dapat larut di dalam air dan di dalam lemak.
Proses difusi terjadi akibat adanya pergerakan suatu partikel zat dari daerah yang berkonsentrasi lebih tinggi menuju daerah yang berkonsentrasi lebih rendah melewati suatu membran sel. Syarat agar partikel dapat melalui membran ketika berdifusi ialah ukuran partikel tersebut sangat kecil dan partikel tersebut dapat larut di dalam air dan di dalam lemak.
Proses
difusi dapat terjadi pada zat padat, zat cair ataupun zat gas. Proses difusi
tidak membutuhkan energi sehingga proses difusi juga disebut sistem transpot
pasif. pergerakan partikel pada proses difusi berasal dari gerakan acak
partikel zat yang berdifusi.
Permeabilitas membran dalam proses difusi dibedakan menjadi :
Permeabilitas membran dalam proses difusi dibedakan menjadi :
·
Impermeabel (tidak permeabel); Membran yang
tidak dapat dilalui oleh partikel zat yang terlarut dan air. contoh membran
karet.
·
Permeabel; Membran yang dapat dilalui
partikel zat-zat terlarut dan air. contoh membran sel pada kentang
·
Semipermeabel; membran yang
tidak dapat oleh partikel zat terlarut dan hanya dilalui oleh air, contoh
membrane plasma pada sitoplasma.
2.
Proses terjadinya sedimentasi
Berdasarkan
tempat pengendapan dan tenaga yang mengendapkannya, proses sedimentasi dapat
dibedakan 3 macam proses, yaitu :
·
Sedimentasi
fluvial; Merupakan proses pengendapan materi yang diangkut oleh sungai dan
diendapkan disepanjang aliran sungai, danau, waduk, atau mura sungai. Hasil
bentuknya antara lain delta dan bantaran sungai.
·
Sedimentasi
eolis (sedimentasi teresterial) ; merupakan proses pengendapan materi yang
diangkut oleh angin. bentukya antara lain berupa gugus pasir (sand dunes) atau
gundukan pasir yang seringkali ditemukan di pantai.
·
Sedimentasi
laut (marine sedimentation ) merupakan hasil abrasi pantai yang kemudian
diendapkan kembali disepanjang pantai. Contoh hasil bentuknya, antara lain endapan puing karang (beach), endapan
gosong pasir (bar), dan endapan pasir yang menghubungkan dua pulau (tombolo).
D. Faktor
faktor terjadinya difusi beserta contohnya
Setiap partikel zat akan terus
bergerak hingg ia bertumpukan engan partikel lainnya. Misalnya partikel glukosa
yang larut dalam air akan terus bergerak hingga ia bertumpukan dengan partikel
air atau partikel glukosa yang lainnya krtika brtumbukan partikel molekul zat
akan terpental ke arah lain sehingga menyebabkan gerak acak molekul tersebut .
contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. lambat laun cairan menjadi manis.contoh
lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.difusi yang paling
sering terjadi adalah difusi molekuler. difusi ini terjadi jika terbentuk
perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau
fluida.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi
kecepatan difusi, yaitu:
·
ukuran partikel. semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat
partikel itu akan bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
·
ketebalan membran. semakin tebal membran, semakin lambat
kecepatan difusi
·
luas suatu area. semakin besar luas area, semakin cepat
kecepatan difusinya.
·
jarak. semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin
lambat kecepatan difusinya.
·
suhu. semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk
bergerak dengan lebih
·
cepat.
Maka , suhu cepat pula kecepatan difusinya.
Contoh
difusi dalam kehidupan sehari hari.
Diantaranya;
1. air tawar , yang diletakkan di
dalam air laaut menyebabakan volume tubuh ikan akan menyusut karena air laut
bersifat hypertonic terhadap sel tubuh makhluk hidup yang mengkonsumsi air laut
menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi
2. parfum yang disemprot akan menyebar ke seluruh
ruangan karena berdifusi dengan udara .
3. gula yang dimasukkan ke gelas minuman panas ke
dalam gelas akan menyebar ke seluruh volume air gelas walaupun tanpa di aduk
karena berdifusi di dalam zat cair .
E. fenomena
terjadinya sedimentasi
Pengendapan merupakan proses
terbawanya material hasil pengikisan dan pelapukan oleh air, angin, atau
gletser ke suatu wilayah kemudin di endapkan. Semua batuan dan material hasil
pelapukan dan pengikisan yang diendapkn lama kelamaan akan menjadi suatu batuan
yang dinamakan batuan sedimen. Batuan sedimen yang kemudian terakumulasi ini
lama kelamaan akan menjadi suatu bentuk bentang alam di bumi. Bentuk bentang
alam yang dihasilkan dari proses pengendapan ini berbeda disuatu tempat dan
tempat lainnya berdasarkan media yang menjadi pembawa material endapan.
Jenis jenis pengendapan ada 3 yakni
;
·
pengendapan oleh air sungai. Pegendapan ini
terjadi karena pengikisan daerah aliran sungai oleh arus sungai.
·
Pengendapan oleh air laut. Pengendapan ini
biasa terjadi karena adanya pengaruh arus dan gelombang di daerah pesisir laut.
Batuan sedimen hasil pengendapan oleh air laut disebut sebagai sedimen marine.
·
Pengendapan oleh angin. Pengikisan yang
terjadi oleh angin dapat terjadi apabila material pasir disuatu tempat terkikis
oleh angin dan kemudian diendapkan disuatu dan menjadi gumuk pasir (sand dune).
Pengendapan ini dapat terjadi di daerah pantai maupun gurun. Batuan hasil
pengendapn disebut sedimn Aeolis.
BAB
II
PENUTUP
A. Kesimpulan
Difusi
adalah proses mengalirnya atau berpindahnya zat pelarut dari konsentrasi tinggi
kekonsentrasi rendah. Sedangkan sedimentasi adalah suatu proses pengendapan
material yang ditransport dari media air, gas
ataupun gletser yang beada pada sebuh cekungan.
Jenis
jenis difusi ada 2 yaitu difusi biasa dan difusi khusus. Sedangkan jenis jenis
sedimentasi ada 2 pendapat yaitu; 1. Chester
(1993) membagi sedimen laut menjadi 2 kelompok yaitu:Nearshore sediment dan
Deep-sea sediment,; 2. Sedimen Terrigenous, Sedimen Lithogenous, dan
Sedimen Biogenous.
B. Saran
Dalam pembuatan makalah penyusun
harus lebih memahami materi yang dibawakan sehingga tidak mengalami kesulitan
dalam penyusunannya. Dalam penyusunan makalah secara perkelompok harus
dibutuhkan kerja sama yang baik antarkelompok.
DAFTAR PUSTAKA
Diffusion. Konrad, Michael. Science is art.20 December 2015. http://www.scienceisart.com/A_Diffus/DiffusMain_1.html
Factors affecting the rate of diffusion across cell membrane.
www.coolschool.ca.http://www.coolschool.ca/lor/BI12/unit4/U04L04.htm
http://www.informasi-pendidikan.com/2016/01/pengertian-difusi-dan-aplikasinya-dalam.html
jurnal 1
jurnal2
jurnal 1
jurnal2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar