Minggu, 10 Januari 2016

KATA PENGANTAR

Puji  syukur  penulis  panjatkan  kehadirat  Tuhan  Yang  Maha  Esa  karena  atas  rahmat-Nya  makalah tentang  Difusi  dan  sedimentasi  dapat  diselesaikan. Walaupun  dalam  pengerjaannya  terdapat  beberapa  kendala  teknis  dan  non teknis,   namun  dapat  kami  atasi.  Penyusun  mengucapkan terima  kasih  atas  bimbingan  dari  berbagai  pihak  dalam  menyelesaikan  makalah   difusi dan sedimentasi  ini. Penulis  menyadari  masih  terdapat  banyak  kekurangan  dalam  penulisan  makalah  sedimentasi  ini.
Demikianlah  Semoga  makalah  ini  dapat  bermanfaat  bagi  semua  mahasiswa.  Kritik  dan saran  tetap  kami  harapkan  guna  perbaikan  dan  penyempurnaan  makalah  ini.


Makassar, 20 Desember 2015

Penyusun






BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Indonesia merupakan daerah yang memiliki pantai terbanyak di dunia. Pantai merupakan sebuah wilayah yang menjadi batas antara lautan dan daratan, bentuk pantai berbeda-beda sesuai dengan keadaan, proses yang terjadi di wilayah tersebut, seperti pengangkutan, pengendapan dan pengikisan yang disebabkan oleh gelombang, arus, angin dan keadaan lingkungan disekitarnya yang berlangsung secara terus menerus, sehingga membentuk sebuah pantai. Pantai merupakan tempat pasir berada, pasir yang berada di pantai bisa berasal dari pecahan terumbu karang atau juga bisa dari sedimentasi yang terbawa dari sungai (Firmansyah dkk, 2014).
Sedimentasi merupakan proses pembentukan sedimen atau endapan, atau batuan sedimen yang diakibatkan oleh pengendapan atau akumulasi dari material pembentuk atau asalnya pada suatu tempat. Proses sedimentasi umumnya terjadi pada daerah pantai yang mengalami erosi karena material pembentuk pantai terbawa arus ke tempat lain dan tidak kembali ke lokasi semula. (Firmansyah dkk,2014).
Material yang terbawa arus tersebut akan mengendap di daerah yang lebih tenang, seperti muara sungai, teluk, pelabuhan, dan sebagainya, sehingga mengakibatkan sedimentasi di daerah tersebut. Terjadinya sedimentasi tersebut juga berpengaruh terhadap perubahan bentuk garis pantai. Wilayah pesisir merupakan lingkungan yang dinamis, unik dan rentan terhadap perubahan lingkungan. (Firmansyah dkk, 2014).
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap lingkungan pesisir antara lain adalah aktivitas di daratan, pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, peningkatan permintaan akan ruang dan sumberdaya, serta dinamika lingkungan pantai. Disamping itu perairan pesisir dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara masukan air dari lautan (ocean waters) dan air tawar (freshwater).
Berbagai macam aktivitas manusia yang dilakukan baik di daratan maupun di lautan juga mendorong terjadinya perubahan lingkungan di wilayah pesisir. (Firmansyah dkk, 2014).

B.     Rumusan masalah
1.      Apa pengertian difusi dan sedimentasi
2.      Apa saja jenis jenis dari difusi dan sedimentasi
3.      Bagaimana proses terjadinya difusi dan sedimentasi

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui perbedaan dari difusi dan sedimentasi
2.      Untuk  mengetahui ada berapa jenis jenis difusi dan sedimentasi
3.      Untuk mengetahui proses terjadinya difusi dan sedimentasi









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Pengertian Difusi Dan Sedimentasi
1.      Defenisi difusi
Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi.
Menurut para ahli  
·         Pakar difusi yaitu Roger (1995) mengatakan bahwa difusi adalah proses yang terjadi pada suatu waktu dan memiliki lima tahapan yaitu tahap pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi.
·         Menurut Parker (1974), difusi adalah suatu proses yang berperan memberi nilai tambah pada fungsi produksi atau proses ekonomi. Porker juga menyebutkan bahwa difusi merupakan suatu tahapan dalam proses perubahan teknik (technical change).
Jadi difusi merupakan peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi.
2.      Defenisi sedimentasi
Sedimen adalah material bahan padat, berasal dari batuan yang mengalami proses pelapukan, peluluhan (disintegration), pengangkutan oleh air, angin dan gaya gravitasi, serta pengendapan atau terkumpul oleh proses atau agen alam sehingga membentuk lapisan-lapisan di permukaan bumi yang padat atau tidak terkonsolidasi (Bates dan Jackson, 1987).
            Sedimen permukaan dasar laut umumnya tersusun oleh: material biogenik yang berasal dari organisma; material autigenik hasil proses kimiawi laut (seperti glaukonit, garam, fosfor); material residual; material sisa pengendapan sebelumnya, dan material detritus sebagai hasil erosi asal daratan (seperti kerikil, pasir, lanau dan lempung). Sedimen menurut Lonawarta (1996) adalah lepasnya puing-puing endapan padat pada permukaan bumi yang dapat terkandung di dalam udara, air, atau es dibawah kondisi normal.
            Sedimentasi adalah proses yang meliputi pelapukan, transportasi, dan pengendapan. Tekstur sedimen yaitu hubungan antara ukuran butir dalam batuan dan pada umumnya ukuran butir ini dapat diamati dengan menggunakan mikroskop. Komposisi sedimen merupakan acuan terhadap mineral-mineral dan struktur kimia dalam batuan. Batuan klastik adalah batuan dimana material penyusun utamanya berupa material detrital (misalnya batupasir dan serpihan). Batuan nonklastik adalah batuan dimana material penyusun utamanya berupa material organik dan unsur kimia (misalnya batugamping terumbu, halit, dan dolomit). Sedimen terutama terdiri dari partikel-partikel yang berasal dari hasil pembongkaran batu-batuan dan potongan-potongan kulit (shell) serta sisa rangka dari organisme laut. Ukuran-ukuran partikel sedimen sangat ditentukan oleh sifat fisik mereka dan akibatnya sedimen yang terdapat di berbagai tempat di dunia mempunyai sifat-sifat yang sangat berbeda satu sama lainnya.
            Sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport oleh media airangines, ataupun gletser di suatu cekunganDelta yang terdapat di mulut-mulusungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir (sand dunes) yang terdapat di gurun dan di tepi pantai adalah pengendapan dari material-material yang diangkut oleh angin.
                       


B.     Jenis Jenis Difusi Dan Sedimentasi
1.      Difusi 
Dalam mengambil zat-zat nutrisi yang penting dan mengeluarkan zat-zat yang tidak diperlukan, sel melakukan berbagai jenis aktivitas, dan salah satunya adalah difusi. Ada dua jenis difusi yang dilakukan, yaitu difusi biasa dan difusi khusus.
·         Difusi biasa terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul yang hydrophobic atau tidak berpolar / berkutub. Molekul dapat langsung berdifusi ke dalam membran plasma yang terbuat dari phospholipids. Difusi seperti ini tidak memerlukan energi atau ATP (Adenosine Tri-Phosphate).
·         Difusi khusus terjadi ketika sel ingin mengambil nutrisi atau molekul yang hydrophilic atau berpolar dan ion. Difusi seperti ini memerlukan protein khusus yang memberikan jalur kepada partikel-partikel tersebut ataupun membantu dalam perpindahan partikel. Hal ini dilakukan karena partikel-partikel tersebut tidak dapat melewati membran plasma dengan mudah. Protein-protein yang turut campur dalam difusi khusus ini biasanya berfungsi untuk spesifik partikel.
2.      Sedimentasi
Chester (1993) membagi sedimen laut menjadi 2 kelompok yaitu:
·         Nearshore sediment, sebagian besar endapan sedimennya dipengaruhi kuat oleh kedekatannya dengan daratan sehingga mengakibatkan kondisi fisika kimia dan biologi sedimen ini lebih bervariasi dibandingkan dengan deep-sea sediment.
·         Deep-sea sediment, sebagian besar mengendap di perairan dalam di atas 500 m dan banyak faktor seperti jauhnya dari daratan, reaksi antara komponen terlarut dalam kolom perairan serta hadirnya biomassa khusus yang mendominasi lingkungan laut dalam yang menyebabkan sedimen ini merupakan habitat yang unik di planet dan memiliki karateristik yang sangat berbeda dengan daerah continental / near shore.
Menurut asalnya Garrison (2006) menggolongkan sedimen ke dalam 4 bagian yaitu:
               Sedimen Terrigenous, Jenis sedimen ini berasal dari erosi yang berasal dari benua atau pulau, letusan gunung berapi dan segumpalan debu. Sedimen ini lebih dikenal dengan batuan yang berasal dari gunung berapi seperti granit yang bersumber dari tanah liat dan batuan kwarsa yang menjadi dua komponen penyusun sedimen terrigenous.
               Sedimen Lithogenous, Sedimen ini berasal dari sisa pengikisan batu-batuan di darat. Hal ini diakibatkan karena adanya suatu kondisi fisik yang ekstrim, seperti adanya pemanasan dan pendinginan terhadap batu-batuan yang terjadi secara terus-menerus. Partikel-partikel ini diangkut dari daratan ke laut oleh sungai-sungai. Begitu sedimen mencapai lautan, partikel-partikel yang berukuran besar cenderung untuk lebih cepat tenggelam dan menetap dari yang berukuran lebih kecil. Kecepatan tenggelamnya partikel-partikel ini telah dihitung, dimana jenis partikel pasir hanya memerlukan waktu kira-kira 1,8 hari untuk tenggelam dan menetap di atas lapisan atas dasar laut yang mempunyai kedalaman 4.000 meter. Sedangkan jenis partikel lumpur yang berukuran lebih kecil membutuhkan waktu kira-kira 185 hari dan jenis partikel tanah liat membutuhkan waktu kira-kira 51 tahun pada kedalaman kolom air yang sama. Oleh karena itu tidaklah mengherankan jikalau pasir akan segera diendapkan begitu sampai di laut dan cenderung untuk mengumpul di daerah pantai (Hutabarat dan Stewart, 2000).
               Sedimen Biogenous, Sedimen ini berasal dari sisa-sisa rangka organisme hidup. Jenis sedimen ini digolongkan ke dalam dua tipe utama yaitu calcareous dan siliceous ooze. Material siliceous dan calcareous pada waktu itu di ekstrak dari laut dengan aktivitas normal dari tanaman dan hewan untuk membangun rangka dan cangkang. Kebanyakan organisme yang menghasilkan sedimen biogenous mengapung bebas di perairan seperti plankton. Sedimen biogenous paling berlimpah dimana cukup nutrien yang mendorong produktivitas biologi yang tinggi, selalu terjadi pada wilayah dekat continental margin dan area upwelling. Thurman dan Trujillo (2004) menyatakan bahwa dua campuran kimiawi yang paling umum terdapat dalam sedimen biogenous adalah calcium carbonat (CaCO3), dimana tersusun dari mineral calcite) dan silica (SiO2). Seringkali silica secara kimiawi dikombinasikan dengan air untuk menghasikan SiO2 dan nH2O.
Sedimen Hydrogenous, Sedimen hydrogenous terdiri dari mineral yang mempercepat proses presipitasi dari laut. Jenis partikel ini dibentuk sebagai hasil reaksi kimia dalam air laut. Reaksi kimia yang terjadi disini bersifat sangat lambat, dimana untuk membentuk sebuah nodule yang besar diperlukan waktu selama berjuta-juta tahun dan proses ini kemudian akan berhenti sama sekali jika nodule telah terkubur di dalam sedimen. Di pusat perputaran, jauh dari benua, partikel sedimen terakumulasi sangat lambat (Garrison, 2006).

C.    Proses difusi dan sedimentasi
1.      Proses terjadinya difusi
      Proses difusi terjadi akibat adanya pergerakan suatu partikel zat dari daerah yang berkonsentrasi lebih tinggi menuju daerah yang berkonsentrasi lebih rendah melewati suatu membran sel. Syarat agar partikel dapat melalui membran ketika berdifusi ialah ukuran partikel tersebut sangat kecil dan partikel tersebut dapat larut di dalam air dan di dalam lemak.
      Proses difusi dapat terjadi pada zat padat, zat cair ataupun zat gas. Proses difusi tidak membutuhkan energi sehingga proses difusi juga disebut sistem transpot pasif. pergerakan partikel pada proses difusi berasal dari gerakan acak partikel zat yang berdifusi.
Permeabilitas membran dalam proses difusi dibedakan menjadi :
·         Impermeabel (tidak permeabel); Membran yang tidak dapat dilalui oleh partikel zat yang terlarut dan air. contoh membran karet.
·         Permeabel; Membran yang dapat dilalui partikel zat-zat terlarut dan air. contoh membran sel pada kentang
·         Semipermeabel; membran  yang tidak dapat oleh partikel zat terlarut dan hanya dilalui oleh air, contoh membrane plasma pada sitoplasma.
2.      Proses terjadinya sedimentasi
         Berdasarkan tempat pengendapan dan tenaga yang mengendapkannya, proses sedimentasi dapat dibedakan 3 macam proses, yaitu :
·         Sedimentasi fluvial; Merupakan proses pengendapan materi yang diangkut oleh sungai dan diendapkan disepanjang aliran sungai, danau, waduk, atau mura sungai. Hasil bentuknya antara lain delta dan bantaran sungai.
·         Sedimentasi eolis (sedimentasi teresterial) ; merupakan proses pengendapan materi yang diangkut oleh angin. bentukya antara lain berupa gugus pasir (sand dunes) atau gundukan pasir yang seringkali ditemukan di pantai.
·         Sedimentasi laut (marine sedimentation ) merupakan hasil abrasi pantai yang kemudian diendapkan kembali disepanjang pantai. Contoh hasil bentuknya, antara  lain endapan puing karang (beach), endapan gosong pasir (bar), dan endapan pasir yang menghubungkan dua pulau (tombolo).

D.    Faktor faktor terjadinya difusi beserta contohnya  
            Setiap partikel zat akan terus bergerak hingg ia bertumpukan engan partikel lainnya. Misalnya partikel glukosa yang larut dalam air akan terus bergerak hingga ia bertumpukan dengan partikel air atau partikel glukosa yang lainnya krtika brtumbukan partikel molekul zat akan terpental ke arah lain sehingga menyebabkan gerak acak molekul tersebut .
            contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. lambat laun cairan menjadi manis.contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara.difusi yang paling sering terjadi adalah difusi molekuler. difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida.
            Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi, yaitu:
·         ukuran partikel. semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
·         ketebalan membran. semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi
·         luas suatu area. semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
·         jarak. semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
·         suhu. semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih
·         cepat. Maka , suhu cepat pula kecepatan difusinya.
Contoh difusi dalam kehidupan sehari hari.  Diantaranya;
1.      air tawar , yang diletakkan di dalam air laaut menyebabakan volume tubuh ikan akan menyusut karena air laut bersifat hypertonic terhadap sel tubuh makhluk hidup yang mengkonsumsi air laut menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi
2.      parfum  yang disemprot akan menyebar ke seluruh ruangan karena berdifusi dengan udara .
3.      gula  yang dimasukkan ke gelas minuman panas ke dalam gelas akan menyebar ke seluruh volume air gelas walaupun tanpa di aduk karena berdifusi di dalam zat cair .

E.     fenomena terjadinya sedimentasi
            Pengendapan merupakan proses terbawanya material hasil pengikisan dan pelapukan oleh air, angin, atau gletser ke suatu wilayah kemudin di endapkan. Semua batuan dan material hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkn lama kelamaan akan menjadi suatu batuan yang dinamakan batuan sedimen. Batuan sedimen yang kemudian terakumulasi ini lama kelamaan akan menjadi suatu bentuk bentang alam di bumi. Bentuk bentang alam yang dihasilkan dari proses pengendapan ini berbeda disuatu tempat dan tempat lainnya berdasarkan media yang menjadi pembawa material endapan.
            Jenis jenis pengendapan ada 3 yakni ;
·         pengendapan oleh air sungai. Pegendapan ini terjadi karena pengikisan daerah aliran sungai oleh arus sungai.
·         Pengendapan oleh air laut. Pengendapan ini biasa terjadi karena adanya pengaruh arus dan gelombang di daerah pesisir laut. Batuan sedimen hasil pengendapan oleh air laut disebut sebagai sedimen marine.
·         Pengendapan oleh angin. Pengikisan yang terjadi oleh angin dapat terjadi apabila material pasir disuatu tempat terkikis oleh angin dan kemudian diendapkan disuatu dan menjadi gumuk pasir (sand dune). Pengendapan ini dapat terjadi di daerah pantai maupun gurun. Batuan hasil pengendapn disebut sedimn Aeolis.








BAB II
PENUTUP

A.    Kesimpulan
            Difusi adalah proses mengalirnya atau berpindahnya zat pelarut dari konsentrasi tinggi kekonsentrasi rendah. Sedangkan sedimentasi adalah suatu proses pengendapan material yang ditransport dari media air, gas  ataupun gletser yang beada pada sebuh cekungan.
            Jenis jenis difusi ada 2 yaitu difusi biasa dan difusi khusus. Sedangkan jenis jenis sedimentasi ada 2 pendapat yaitu; 1. Chester (1993) membagi sedimen laut menjadi 2 kelompok yaitu:Nearshore sediment dan Deep-sea sediment,; 2. Sedimen Terrigenous, Sedimen Lithogenous, dan Sedimen Biogenous.
           
B.     Saran
            Dalam pembuatan makalah penyusun harus lebih memahami materi yang dibawakan sehingga tidak mengalami kesulitan dalam penyusunannya. Dalam penyusunan makalah secara perkelompok harus dibutuhkan kerja sama yang baik antarkelompok.









DAFTAR PUSTAKA
Diffusion. Konrad, Michael. Science is art.20 December 2015. http://www.scienceisart.com/A_Diffus/DiffusMain_1.html
Factors affecting the rate of diffusion across cell membrane. www.coolschool.ca.http://www.coolschool.ca/lor/BI12/unit4/U04L04.htm


Tidak ada komentar:

Posting Komentar